sel


1.      PENDAHULUAN

1.1.       Latar Belakang
Kata “sel” sendiri berasal dari kata dalam bahasa latin “cella” yang artinya adalah “ruang kecil”. Nama ini dipilih oleh Robert Hooke karena ia melihat adanya kesamaa antara sebuah sel dan sebuah ruang kecil. Setiap sel memenuhi kebutuhannya sendiri dan merawat dirinya sendiri pula (Iman Hikmatul, 2005).
Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan diatur  dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah, sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi (wikipedia, 2010).

1.2.       Maksud dan Tujuan
Maksud praktikum biologi dasar tentang sel tumbuhan, sel hewan dan benda-benda kecil lainnya untuk dapat mengetahui cirri-ciri dan perbedaan antara sel tumbuhan dan sel hewan.
Maksud praktikum biologi dasar tentang sel tumbuhan, sel hewan dan benda-benda kecil lainnya adalah untuk memahami ciri-ciri sekaligus perbedaan antara sel tumbuhan, sel hewan dan benda-benda kecil lainnya serta menerapkan penggunaan mikroskop dengan baik dan tepat.

1.3.       Waktu dan Tempat
Praktikum Bologi Dasar tentang sel tumbuhan, sel hewan dan benda-benda kecil lainnya ini dilaksanakan pada hari Jum’at, tanggal 01 Oktober 2010, pada pukul 11.30 sampai pukul 13.00 WIB, dan bertempat di gedung C lantai 1 laboratorium IIP (Ilmu-Ilmu Perairan), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya,Malang.




2.      TINJAUAN PUSTAKA

2.1.       Pengertian Sel
Pada umumnya sel itu bersifat mikroskopis, misalnya ovum dari bangsa burung dari beberapa alga. Besarnya dibatasi oleh membran. Suatu sel yang sangat aktif melakukan metabolisme tidak akan mempunyai volume yang besar. Dua bagian yang pokok dari sel adalah sitoplasma dan nukleus. Sitoplasma sebagai suatu zat cair yang kental, befungsi untuk sel, mitkondria, badan golgi, kloroplas, glanulaan pigmen (Amiruddin, 1989).
Sel itu hidup dan saling bekerja sama satu dengan yang lain untuk melakukan fungsi hidup. Fakta tersebut menunjukkan bahwa tubuh manusia tersusun atas kumpulan sel-sel. Sel-sel berkelompok membentuk suatu jaringan, dan kemudian jaringan-jaringan akan menyusun organ. Organ mempunyai beragam bentuk dan fungsi. Organ-organ tersebut saling berkaitan satu sama lain untuk membentuk suatu sistem. Sistem organ inilah yang akan membentuk organisme baru. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa sel merupakan tingkatan terendah dari organisme kehidupan (Hariri, 2010).
Setiap sel bergantung pada sel-sel yang lain untuk melakukan fungsi-fungsi yang tidak dapat dilakukan sendiri contohnya adalah sel saraf dengan cepat meneruskan sinar listrik ke dalam tubuh tetapi bergantung seluruhnya pada sel-sel darah merah untuk memberikan oksigen yang amat diperlukannya (Kimball, John.W,1990).

2.2.       Bentuk-bentuk Sel dan Contohnya
Pada sel hewan bentuknya tidak tetap karena tidak memiliki dinding sel, sehingga membran sel dapat bergerak dengan bebas.
Pada tumbuhan bentuknya tetap karena memiliki dinding sel sehingga gerakan membran terbatas.
Sel bisa berbentuk :
-          Batang         (basil)
-          Bulat            (coclus)
-          Oval dan Spiral
(Daniwara,2009).

2.3.       Bagian-bagian Sel dan Fungsinya
Berikut adalah bagian-bagian dari sel beserta fungsinya :
a)         Dinding sel                               : pelindung, pemberi bentuk sel
b)        Membran plasma                      : mengatur arus keluar masuk zat
c)         Sitoplasma                                : cairan yang mengisi bagian-bagian sel
d)        Nukleus (inti sel)                      : mengatur segala aktivitas sel
e)         Ribosom                                   : tempat sintesis protein
f)         Retikulum Endoplasma            : saluran yang menghubungkan inti dengan plasma
g)        Mitokondria                              : tempat respirasi sel
h)        Badan golgi                              :
-     membungkus, mengepak dan menggetahkan zat keluar sel
-          merombak lisosom
-          memperbaiki dan membuat membran sel
i)        Lisosom                             :
-          merombak berbagai molekul kompleks sehingga menjadi sederhana
-          merombak karbohidrat serta lemak menjadi bagian yang bisa diserap oleh tubuh
-          memakan benda asing
j)          Vakuola                            : pencerna makanan  dan sisa makanan
k)        Mikrotubulus                    : rangka sel
l)          Mikrofilamen                   : berkaitan dengan pergerakan sel
(Rachman, Dedi M dan Nurwiati, Septjih, 2007).

2.4.       Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan
            Dari hasil pengamatan diperoleh perbedaan antara sel hewan dengan sel tumbuhan, yaitu :

Sel Hewan
Sel Tumbuhan
·         Struktur Khusus


-          Dinding Sel
-
V
-                                       Membran Sel
V
V
-          Flagela
Mungkin punya
Tidak ada, kecuali di sperma beberapa spesies
·         Struktur Umum


-          Retikulum Endoplasma
V
V
-          Ribosom
V
V
-          Mikrobulus
V
V
-          Sentriol
V
-
-          Badan golgi
V
V
-          Nukleus
V
V
-          Mitokondria
V
V
-          Kloroplas
-
V
-          Kromosom
Multiple : DNA-protein kompleks
Multiple : DNA-protein kompleks
-          Lisosom
V
V
-          Vakuola
Tidak punya atau kecil
Biasanya sebuah vakuola berukuran besar
(Roven, Peter H dan Johnson, George B, 1998)








3.      METODOLOGI

3.1.       Alat dan Fungsi
Pada praktikum biologi dasar tentang sel tumbuhan, sel hewan dan benda-benda kecil lainnya alat yang dipergunakan yaitu :
·      Mikroskop Binokuler                  : untuk mengamati objek pengamatan dan gerakan yang sangat halus yang tidak terlihat dengan mata telanjang
·      Objek glass                                  : digunakan untuk meletakkan objek
·      Kamera (Digital/HP)                   : mengambil gambar dari pengamatan
·      Silet                                             : mengiris bahan
·      Cover glass                                  : untuk menutup objek yang diletakkan diatas objek glass
·      Pinset                                          : mengambil bagian kecil dari objek
·      Jarum pentul                                : mengambil jaringan terkecil dari objek
·      Beaker glass                                : sebagai wadah dari aquadest, larutan Y-KY, Lugol, Methilen biru
·      Pipet tetes                                   : untuk menetesi objek

3.2.       Bahan dan Fungsi
Pada praktikum biologi dasar tentang sel tumbuhan, sel hewan dan benda-benda kecil lainnya bahan yang dipergunakan yaitu :
·         Kentang dan Ketela pohon           : sebagai bahan pengamatan
·         Kulit umbi bawang merah             : sebagai bahan pengamatan
·         Spora paku-pakuan                       : sebagai bahan pengamatan
·         Paramecium dan Mucor                : sebagai bahan pengamatan
·         Ephitellium Squamosum Pipi        : sebagai bahan pengamatan
·         Larutan Y-KY      : penfiksasi objek yang mengandung objek
·         Aquadest               : penfiksasi objek daun hydrilla dan bawang merah
·         Daun hydrilla        : sebagai bahan pengamatan
·         Irisan gabus           : sebagai bahan pengamatan
·         Lugol                     : penfiksasi objek pengamatan paramecium
·         Methilen biru         : penfiksasi objek pengamatan Ephitellium Squamosum Pipi
·         Tissue        : untuk membersihkan alat praktikum yang telah digunakan

3.3.       Skema
A.      Tepung kentang dan ketela pohon
Menyiapkan jarum pentul untuk menaruh tepung pada objek glass
Disiapkan bahan Y-KP dan diteteskan pada tepung

Diamati dengan pembesaran 400 X


HASIL
 




B.       Irisan Gabus dan Kulit Umbi Bawang Merah
Disiapkan silet lalu iris gabus dan kulit umbi bawang merah dengan tipis
Ditetesi air

Diamati dengan pembesaran 400 X


HASIL
 









C.       Spora dan Paku-pakuan
Disiapkan jarum pentul, spora paku-pakuan

Ditetesi dengan 1-2 tetes air

Diamati di bawah mikroskop


HASIL
 





D.      Mucor
Dibiarkan mucor dari air tawar dibiarkan dalam udara

Diletakkan diatas objek glass

Diamati dengan mikroskop


HASIL
 





E.       Daun Hydrilla
Diambil daun Hydrilla

Ditetesi air

Diamati aliran sitoplasma sel daun hydrilla


HASIL
 







F.        Paramecium
Diambil kultur air jerami dengan pipet

Diamati gerakannya

Diamati di bawah mikroskop


HASIL
 





G.      Ephitellium Squamosum Pipi
Diambil dengan batang korek api

Dioleskan diatas glass objek
HASIL
 













4.      PEMBAHASAN

4.1.       Data Hasil Pengamatan

-          Sel Kentang

-          Paramecium

-          Ephitel squamosum pipi

-          Irisan gabus

-          Hydrilla

-          Kulit umbi bawang merah


4.2.       Analisa Prosedur
-       Kentang
Pertama, kentang disayat tipis-tipis dengan menggunakan silet lalu diletakkan pada objek glass dan ditetesi dengan larutan Y-KY yang berfungsi untuk menfiksasi objek yang mengandung karbohidrat. Kemudian ditutup dengan cover glass secara perlahan.
Pada saat menetesi larutan dengan pipet tetes, kemiringan harus 45° dengan objek glass agar tidak terjadi gelembung udara. Dan penutupan secara perlahan juga untuk menghindari terjadinya gelembung udara. Gelembung udara dapat mengganggu penghlihatan terhadap objek. Selanjutnya kentang diamati bentuk dan susunan selnya, lalu digambar.
-       Paramecium
Pertama, paramecium diambil dengan pipet tetes dari air kultur jerami. Kemudian diletakkan pada objek glass. Objek paramecium lalu ditetesi dengan larutan lugol dengan kemiringan pipet tetes sebesar 45° dengan objek glass agar tidak terjadi gelembung udara. Larutan lugol berfungsi untuk menfiksasi paramecium agar dapat terlihat jelas ketika diamati dengan mikroskop. Lalu objek ditutup dengan cover glass secara perlahan agar tidak terjadi gelembung udara yang dapat mengganggu pengamatan. Selanjutnya paramecium diamati bentuknya dan digambar.
-       Hydrilla
Pertama, daun hydrilla diambil sedikit dan diletakkan diatas objek glass. Lalu ditetesi dengan aquadest dengan kemiringan pipet tetes sebesar 45° dengan objek glass agar tidak terjadi gelembung udara. Larutan aquadest berfungsi untuk menfiksasi objek kemudian ditutup dengan cover glass secara perlahan agar tidak terjadi gelembung udara. Gelembung udara dapat mengganggu pengamatan terhadap objek. Selanjutnya hydrilla diamati bentuk dan susunan selnya dan digambar.
-       Ephithelium squamosum pipi
Pertama mengambil batang korek api, kemudian dimasukkan ke dalam pipi bagian dalam manusia. Untuk mengambil Ephitelium Squamosum pipi. Lalu dioleskan pada objek glass. Kemudian ditetesi dengan larutan methilen blue agar difiksasi sehingga terlihat jelas ketika diamati. Pipet tetes harus dimiringkan sebesar 45° dengan cover glass perlahan agar tidak terjadi gelembung udara. Gelembung udara dapat mengganggu pengamatan, selanjutnya objek diamati dan digambar.
-       Irisan gabus
Pertama, gabus diambil dengan pinset dari dalam batang ketela pohon. Kemudian diletakkan pada objek glass dan ditetesi dengan aquadest agar difiksasi sehingga jelas untuk diamati. Pipet tetes harus miring 45° dengan objek glass agar tidak terjadi gelembung udara, lalu ditutup dengan cover glass perlahan agar tidak terjadi gelembung udara juga. Gelembung udara dapat mengganggu pengamatan objek.
-       Kulit umbi bawang merah
Pertama, bawang merah disayat dengan silet tipis. Lalu diletakkan dengan direntangkan diatas objek glass. Lalu ditetesi dengan aquadest agar difiksasi sehingga terlihat jelas. Kemiringan pipet tetes sebesar 45° dengan objek glass agar tidak terjadi gelembung udara. Lalu ditutup dengan cover glass perlahan agar tidak terjadi gelembung udara yang dapat mengganggu pengamatan. Selanjutnya bawang diamati selnya dan digambar.

4.3.       Analisa Hasil
Dari hasil pengamatan yang dilakukan dapat dilihat bahwa pada sel tumbuhan dan sel hewan terdapat perbedaan bentuk dan susunan. Pada sel tumbuhan bentuk sel terlihat tetap dan tersusun rapi. Hal ini disebabkan pada sel tumbuhan terdapat dinding sel sehingga bentuk sel tumbuhan tetap. Hal ini dapat dilihat pada contoh gambar sel irisan gabus, sel kentang, kulit umbi bawang merah, dan hydrilla.
Sedangkan pada sel hewan bentuk sel terlihat tidak tetap (tidak berbentuk) dan tersusun tidak rapi. Hal ini disebabkan pada sel hewan tidak terdapat dinding sel sehingga bentuknya tidak tetap. Hal ini dapat dilihat pada contoh gambar sel Ephitelium Squamosum pipi dan Paramecium.
Selebihnya didapatkan perbedaan sel, yaitu :
No.
Sel Hewan
Sel Tumbuhan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Bentuk tidak tetap
Punya sentrosom
Tidak ada plastida
Sel kecil
Cadangan makanan lemak
Tidak punya dinding sel
Vakuola banyak dan kecil
Bentuk tetap
Tidak punya sentrosom
Ada plastida
Sel besar
Cadangan makanan karbohidrat
Punya dinding sel
Vakuola sedikit dan besar

Adapun perbandingan antara hasil pengamatan dan literatur yang dibuat oleh Kimball pada tahun 1990 adalah sama, yaitu :
No.
Sel Hewan
Sel Tumbuhan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Bentuk tidak tetap
Punya sentrosom
Tidak ada plastida
Sel kecil
Cadangan makanan lemak
Tidak punya dinding sel
Banyak mitokondria
Bentuk tetap
Tidak punya sentrosom
Ada plastida
Sel besar
Cadangan makanan karbohidrat
Punya dinding sel
Sedikit mitokondria

Serta perbandingan antar hasil pengamatan dengan literatur tentang bentuk sel yang dibuat oleh Daniswara pada tahun 2009 adalah sama, yaitu pada sel hewan bentuknya tidak tetap karena tidak memiliki dinding sel, sehingga membran sel dapat bergerak dengan bebas. Pada tumbuhan bentuknya tetap karena memiliki dinding sel sehingga gerakan membran sel terbatas. Sel bisa berbentuk batang, bulat oval dan spiral.

















5.      PENUTUP

5.1.       Kesimpulan
Setelah melakukan praktikum biologi dasar tentang sel tumbuhan, sel hewan dan benda-benda kecil lainnya dapat disimpulkan bahwa :
-       Sel merupakan penyusun struktur kehidupan yang paling kecil.
-       Sel hewan bentuknya tidak tetap karena tidak memiliki dinding sel sehingga membran sel dapat bergerak bebas.
-       Sel tumbuhan memiliki bentuk tetap karena memiliki dinding sel sehingga gerakan membran sel terbatas.
-       Bentuk sel antara lain pipih, memanjang.
-       Bagian-bagian sel antara lain membran plasma, Retikulum Endoplasma, Ribosom, Mitokondria, Nukleus, Lisosom, Vakuola, Kloroplas, dan Aparatus golgi.
-       Perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan :
No.
Sel Hewan
Sel Tumbuhan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Bentuk tidak tetap
Punya sentrosom
Tidak ada plastida
Sel kecil
Cadangan makanan lemak
Tidak punya dinding sel
Bentuk tetap
Tidak punya sentrosom
Ada plastida
Sel besar
Cadangan makanan karbohidrat
Punya dinding sel

5.2.       Saran
Setiap pengamatan harus dilakukan dengan teliti untuk mendapat hasil yang maksimal. Dalam proses pengamatan objek dengan menggunakan mikroskop pengatur fokus sebaiknya dilakukan dengan pelan-pelan.







DAFTAR PUSTAKA

Campbell, dkk. 2002. Biologi. Jakarta : Erlangga
Kimball, W. John. 1983. Biologi. Jakarta : Erlangga
Johnson, Raven. 2002. Biology. USA : The Megraw Hill Companies, Inc.
Soemartono, dkk. 1983. Biologi umum 1. Jakarta : Djambatan
Stansfield, dkk. 2006. Biologi Molekuler dan Sel. Jakarta : Erlangga
Daniswara. 2009. Mikroskop. http://wordpress.com. Sabtu, 02 Oktober 2010.

0 komentar:

Poskan Komentar