produsen dan konsumen perairan


1.      PEDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Sumber energi bagi segala kehidupan adalah energi matahari. Hanya organisme autotrof yang dapat menangkap dan memanfaatkan energi matahari tersebut melalui proses fotosintesis. Organisme autotrof mengubah energi matahari menjadi gula dan oksigen. Itulah sebabnya maka organisme autotrof disebut dengan produsen yang menyediakan energi dalam bentuk makanan bagi konsumen I, selanjutnya energi tersebut dimanfaatkan konsumen II, konsumen III, konsumen IV, dan berakhir pada pengurai (Daniswara, 2009).
Dalam ekosistem air tawar terdapat berbagai sumber daya perairan yaitu organisme penghuni baik tumbuhan maupun hewan, benda mati dan sumber daya air. Tersedianya oksigen yang cukup di perairan akan memudahkan oksidasi kimiawi dan pernapasan organisme yang hidup didalamnya (Russady, 2010).
Lingkungan sebagai faktor ekologi yang terdapat di sekitar tumbuh- tumbuhan dan makhluk hidup lainnya dapat terdiri dari lingkungan biotik dan abiotik (Pustaka, 2010).

1.2  Maksud dan Tujuan
Maksud praktikum Biologi Dasar tentang Produsen dan Konsumen di Perairan untuk mengetahui peran produsen dan konsumen dalam siklus karbon.
Tujuan praktikum Biologi Dasar tentang Produsen dan Konsumen di Perairan untuk memahami peran produsen dan konsumen dalam siklus karbon.

1.3  Waktu dan Tempat
Praktikum Biologi Dasar tentang Produsen dan Konsumen di Perairan ini dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 15 Oktober 2010, pukul 11.30 sampai 13.00 WIB, dan berkumpul di Gedung C lantai 1, Laboratorium IIP ( Ilmu-ilmu Peraiaran ), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya, Malang.

2.      TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Siklus Karbon
Siklus karbon adalah  biogeokimia dimana karbon dipertukarkan antara biosfer, geosfer, hidrosfer, atmosfer bumi (obyek astronomis lainnya bisa jadi memiliki siklus karbon yang hampir sama meskipun hingga kini belum diketahui) (Avidianto, 2010).
Siklus karbon adalah suatu siklus yang tidak mempunyai ujung dan pangkal, sebagaimana suatu lingkaran atau roda. Tetapi untuk mudahnya kita akan mulai memplajari sklus karbondioksida (CO2) yang ada di udara atau larutan dalam air (Sastrodinoto, 1981).
Model siklus karbon dapat digabungkan dengan model iklim global, sehingga reaksi interaktif dari larutan dan biosfer terhadap nilai CO2 diman dapat dimodelkan. Ada ketidakpastian yang besar dalam model ini. Baik dalam sub model fisika maupun biokimia. Model- model seperti itu biasanya menunjukkan bahwa ada timbal balik positif antara Temperatur dan CO2 (Daniswara, 2009).

2.2 Gambar Siklus Karbon dan Penjelasannya
Ketika matahari bersinar, tumbuhan melakukan fotosintesis untuk mengubah karbondioksida menjadi karbohidrat dan melepaskan oksigen ke atmosfer. Proses ini akan lebih banyak menyerap karbon pada hutan yang sedang mengalami perumbuhan yang cepat. Pada permukaan laut ke arah kutub, air laut menjadi lebih dingin dan CO2 akan lebih mudah larut. Selanjutnya CO2 yang larut tersebut akan terbawa oleh sirkulasitermohalin yang membawa massa air di permukaan yang lebih berat ke dalam laut atau interir laut. Di lautbagian atas (upper ocean), pada daerah dengan produktivitas yang tinggi, organisme membentuk jaringan yang mengandung karbon. Beberapa organisme juga membentuk cangkang karonat dan bagian- bagian tubuh lainnya yang keras. Proses ini akan menyebabkan aliran karbon ke bawah.
Melalui pernapasan (respirasi) oleh tumbuhan yang di dalamnya. Hal ini merupakan reaksi eksotermik dan termasuk juga di dalamnya penguraian glukosa menjadi karbondioksida dan air. Melalui pembusukan bintang dan tumbuhan, fungi atau jamur,dan bakteri mengurai senyawa karbondioksida jika tersedia oksigen atau menjadi metana jika tidak ada oksigen ( Wikipedia, 2010).

2.3 Siklus Karbon dalam Hubungan dengan Produsen dan Konsumen di Perairan
     Hubungan antara produsen dan konsumen dalam kaitannya dengan siklus karbon dan mutlak diperlukan dalam suatu ekosistem untuk menjaga kestabilannya. Di lingkungan terbuka, sangat sulit untuk menentukan faktor apa yang mempengaruhi hubungan tersebut karena terdapat banyak faktor yang mempengaruhinya. Dalam siklus karbon, atom karbon terus mengalir dari produsen ke konsumen dalam bentuk molekul CO2 dan karbohidrat, sedangkan energi foton matahari digunakan sebagai pemasok energi yang utama. Produsen memerlukan CO2 yang dihasilkan konsumen untuk melakukan fotosintesis. Dari kegiatan fotosintesis tersebut, produsen dapat menyediakan karbohidrat dan oksigen yang diperlukan oleh konsumen dalam kehidupan langsung (Bekantan, 2009).
     Laut mempunyai peranan penting dalam siklus karbon ini. Banyaknya jumlah karbon di laut adalah 50 menit, lebih besar daripada atmosfer dan perpindahannya karbon dan atmosfer ke lauta melalui proses fiksi. Laut mengandung sekitar 36.000 gigaton karbon, dimana sebagian besar bentuknya ion karbonat. Untuk sementara 48% dari karbon yang dilepaskan atmosfer oleh pembakaran bahan bakar fosil dan penebangan hutan diserap untuk digunakan dalam proses fotosintesis olehalga (Daniswara, 2009).

2.4 Faktor- Faktor yang Mempengaruhi  Siklus Karbon
  Siklus karbon pada ekosistem menyangkut proses penyerapan dan emisi karbon ke atmosfer. Proses ini dipengaruhi oleh beberapa faktor atau kondisi yaitu:
·          Kondisi vegetasi yabg meliputi jenis atau tipe vegetasi atau hutan
·         Kondisi tempat tumbuh dan lingkungan yang meliputi faktor edafis, klimatis dan faktor lainnya
·         Kondisi pengelolaan yang melalui pengaturan ruang (tata ruang0, penentuan peruntukan atau penggunaan lahan dan hutan
·         Kondisi gangguan seperti perubahan lingkungan , kemarau, ledakan, gangguan hama dan penyakit, gangguan perbuatan manusia seperti pembakaran, ekspliotasi yang tidak terkelola dengan baik
(Dephut, 2009)
Menurut Daniswara, 2009, faktor- faktor yang mempengaruhi siklus karbon di perairan adalah:
·         Kadar PH di laut
·         Penguapan air laut
·         Pelapikan batuan
·         Gunung berapi di bawah laut
·         Difusi CO2 di udara
·         Pelarutan bahan karbonat









3.      METODOLOGI

3.1 Alat dan Fungsi
·         Tabung reaksi: tempat dilakukan percobaan reaksi terang dan gelap.
·         Rak tabung: sebagai tempat tabung reaksi.
·         Hot plate: tempat untuk memanaskan.
·         Pipet tetes: untuk mengambil dan mengeluarkan larutan Bromtimol Biru.
·         Beaker glass: tempat larutan Bromtimol Biru.
·         Col box: untuk penyimpanan tabung reaksi dalam reaksi gelap.

3.2 Bahan dan Fungsi
·         Siput air: sebagai konsumen di perairan.
·         Parafin cair: sebagai larutan untuk menutup tabung reaksi.
·         Hidrila :sebagai produsen peraiiran.
·         Larutan Bromtimol Biru: sebagai indikator CO2.
·         Air: sebagai media.
·         Kapas : untuk menutup tabung reaksi.

3.3 Skema Kerja
v  Air Akuarium dan Siput pada Tabung Reaksi A1
v  Siput dan Daun Hidrilla pada Tabung Reaksi A2
v  Daun Hidrilla pada Tabung Reaksi A3
v  Air Aquarium pada Tabung Reaksi A4
v  Siput pada Tabung Reaksi B1
v   


































4.      PEMBAHASAN

4.1 Data Hasil Pengamatan
            A: Reaksi Terang                    B: Reaksi Gelap
Hari ke-
Tabung
Perubahan warna bromtimol biru
Kondisi Siput
Kondisi Hydrilla
Keterangan
1
A1
A2
A3
A4
B1
B2
B3
B4
  • Berwara biru
  • Biru kehijauan
  • Biru jernih
  • Biru bening (Biru Muda)
  • Biru kehijauan (Bening)
  • Seperti air mineral
  • Bening kehijauan
  • Biru Muda
  • Hidup
  • Hidup
Mati
Mati
  • Hidup
  • Hidup dan segar
Hidup,segar
Hidup,segar


4.2 Analisa prosedur
     Pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan alat dan bahan yang digunakan. Alat yang digunakan antara lain tabung reaksi dan rak, hot plate, pipet tetes, beaker glass serta cool box. Bahan yang digunakan antara lain siput air, paraffin cair, hidrilla, larutan Bromtimol Biru, air dan kapas. Percobaan ini akan dilakukan sebanyak empat kali dan diletakkan pada tempat gelap dan tempat terang.
·         Tabung A1 yang berisi air aquarium dan siput
Pertama yang dilakukan adalah menyiapkan alat dan bahan yang digunakan yaitu tabung reaksi,rak tabung,nampan,pipet,hot plate,sedangkan bahan yang disunakan adalah siput air,paraffin cair,air aquarium,bromotimol biru,kapas,kertas label. Setelah alat dan bahan sudah siap,air aquarium dimasukkan ke dalam tabung reaksi ± 2 cm dari mulut tabung. Kemudian tabung reaksi tersebut diberi kertas label A1. Lalu ditetesi dengan bromtimol biru sebanyak 3 tetes,dan segeralah ditutupi dengan kapas. Setelah itu dicelupkan dan dikeraskan kapas pada tabung reaksi menggunakan parafin cair,untuk mencegah masuknya udara dari pori-pori kapas. Lalu diletakkan tabung reaksi di tempat terang. Dicatat dan diamati hasilnya secarabertahap sehari sekali selama 3 hari berturut-turut.
  • Tabung A2 yang berisi Siput dan Hydrilla.
Pertama yang dilakukan adalah sama dengan tabung A1 menyiapkan alat dan bahan. Kemudian Siput dan Hydrilla juga disiapkan. Lalu tabung reaksi diberi atau diisi air aquarium sebanyak ± 2cm dari mulut tabung. Kemudian Siput dan Hydrilla dimasukkan ke dalam tabung reaksi tersebut. Lalu diberi beri kertas label A2. Setelah itu ditetesi 3 tetes bromotimol biru menggunakan ppipet tetes. Selanjutnya mulut tabung reaksi tersebut ditutup dengan kapas. Lalu dicelupkan dan dikeraskan kapas pada tabung reaksi menggunakan parafin cair,untuk mencegah masuknya udara dari pori-pori kapas. Lalu diletakkan tabung reaksi di tempat terang. Diamati hasilnya secara bertahap sehari sekali selama 3 hari berturut-turut. Kemudian dicatat hasilnya.
  • Tabung A3 yang berisi daun Hydrilla
Pertama yang dilakukan adalah sama dengan tabung A1 dan A2 yaitu menyiapkan alat dan bahan,kemudian daun hydrilla dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang telah berisi air aquarium. Sebanyak ± 2cm dari mulut tabung reaksi. Lalu diberi kertas label A3 pada tabung reaksi. Kemudian ditetesi 3 tetes bromotimol biru dengan menggunakan ppipet tetes. Setelah itu mulut tabung reaksi tersebut ditutup dengan kapas. Kemudian dicelupkan dan dikeraskan kapas pada tabung reaksi menggunakan parafin cair yang dipanaskan di atas hotplate karena untuk mencegah masuknya udara dari pori-pori kapas. Lalu diletakkan tabung reaksi di tempat terang. Diamati hasilnya secara bertahap sehari sekali selama 3 hari berturut-turut. Kemudian dicatat hasilnya
  • Tabung reaksi A4 yang berisi air aquarium
Pertama yang dilakukan adalah alat dan bahan disiapkan sama seperti A1,A2 dan A3. Setelah itu air aquarium dimasukkan ke dalam tabung reaksi sebanyak ± 2cm dari mulut tabung. Kemudian diberi kertas label pada tabung tersebut. Lalu ditetesi 3 tetes bromotimol biru dengan menggunakan pipet tetes. Ditutup mulut tabung dengan kapas. Selanjutnya dicelupkan dan dikeraskan menggunakan parafin cair,untuk mencegah masuknya udara dari pori-pori kapas. Lalu diletakkan di tempat terang. Kemudian diamati hasilnya selama 3 hari secara berturut-turut. Dicatac hasilnya.
  • Tabung reaksi B1 yang berisi siput
Pertama yang dilakukan adalah alat dan bahan disiapkan sama seperti langkah pada tabung sebelumnya. Setelah itu air aquarium dimasukkan ke dalam tabung reaksi sebanyak ± 2cm dari mulut tabung. Kemudian dimasukkan siput tersebut ke dalam tabung reaksi. Lalu diberi label B1 untuk menandai. Selanjutnya,ditetesi dengan bromtimol biru sebanyak 3 tetes. Ditutup mulut tabung dengan menggunkan kapas. Kemudian dicelupkan dan dikeraskan kapas menggunakan parafin cair,untuk mencegah masuknya udara dari pori-pori panas. Lalu diletakkan di tempat yang gelap. Kemudian diamati hasil yang terjadi selama 3 hari secara berturut turut. Lalu dicatat hasilnya.
  • Tabung reaksi B2 yang berisi Siput+daun Hydrilla
Pertama yang dilakukan adalah sama dengan B1 yakni menyiapkan alat dan bahan. Dimasukkan air aquarium ke dalam tabung reaksi sebanyak ± 2cm dari mulut tabung. Kemudian dimasukkan Siput dan bromotimol Biru sebanyak 3 tetes. Di tutup mulut tabung dengan menggunakan kapas. Kemudian dicelupkan dan dikeraskan kapas menggunakan parafin cair,untuk mencegah masuknya udara dari pori-pori panas. Lalu diletakkan di tempat yang gelap,kemudian diamati hasil yang terjadi selama 3 hari secara berturt-turut. Lalu dicatat hasil yang diketahui.
  • Tabung reaksi B3 yang berisi Hydrilla
Pertama yang dilakukan adalah sama seperti tabung B1 dan B2 yaitu menyiapkan alat dan bahan. Kemudian tabung reaksi diberi air aquarium,lalu dimasukkan daun hydrilla. Kedalam tabung reaksi diberi air aquarium,lalu dimasukkan daun hydrilla ke dalam tabung reaksi tersebut. Setelah itu tabung reaksi diberi label B2 untuk menandai dari tabung yang lain. Selanjutnya tabung reaksi ditetesi dengan bromontimol biru sebanyak 3 tetes. Ditutup mulut tabung dengan kapas. Kemudian kapas dikeraskan dengan menggunakan parafin cair. Lalu dibiarkan di ruang gelap,lalu dicata hasilnya bertahap sehari sekali selama 3 hari kemudian dicata hasilnya.
  • Tabung reaksi B4 yang berisi air aquarium
Pertama yang dilakukan adalah sama seperti tabung B1,B2 dan B3 yaitu menyiapkan alat dan bahan. Lalu tabung reaksi diberi air aquarium sampai ± 2cm dari mulut tabung. Lalu diberi label B4 untuk menandai dari tabung yang lain. Selanjutnya tabung reaksi tersebut ditetesi dengan bromotimol biru sebanyak 3 tetes. Ditutup mulut tabung denan menggunakan parafin cair. Lalu dibiarkan di ruang gelap. Kemudian diamati perubahan yang terjadi 3 hari berturut-turut. Lalu dicatat hasilnya.

4.3 Analisa Hasil Pengamatan
            Berdasarkan data hasil pengamatan dapat diperoleh analisa hasil sebagai berikut. Bahwa pada tabung reaksi A (yang ditempatkan pada tempat yang terang) pada tabung A1 yang berisi siput, pada tabung A2 kondisi siput dan hidrilla pada hari pertama masih hidup, pada hari kedua siput mati sedangkan hidrilla tetap segar dan hari ketiga kondisi air jernih,siput mati dan hidrylla masih segar. Pada tabung A3 hari pertama air tampak jernih dan hydrilla pun masih segar. Hari ketiga air berkurang,hydrilla segar dan jernih. Kondisi A4,hari pertama berwarna biru muda,pada hari kedua dan ketiga tetap tidak ada perubahan
Sedangkan pada tabung B1 yang diis siput air,hari pertama Belem ada perubahan,hari kedua siput mati dan air berwarna kehijauan,dan hari ketiga siput mati,air hijau kekuningan dan berkurang volumennya. Tabung B2 diisi dengan siput dan hydrilla masih hidup. Pada hari kedua siput sudah mati dan hydrilla masih segar dan terdapat suatui endapan. Hari ketiga siput dan hydrilla mati,air nampak keruh dan berkurang. Dan pada tabung B3 hari pertama air bening kehijauan. Pada hari ketiga air berkurang dan hydrilla kekuningan layu. Pada B4 pada hari pertama sampai hari ketiga tidak ada perubahan.
Sedangkan hari ketiga,pada tabung A1 Bromontimol jernih,keadaan siput mati,tidak terdapat hydrilla,tidak terjadi fotosintesis,berkurang O2,airberkurang dari yang kemarin,pada tabung A2 air Bromontimol biru jernih keadaan siput mati,keadaan hydrilla segar,dan hidup,terjadi fotosintesis,berkurangnya O2. pada tabung A4 warna Bromontimol biru yaitu biru muda bening tidak terdapat siput dan daun hydrilla,berkurang air dari yang kemarin,terdapat O2,pada tabung B1 bromontimol,biru berwarna hijau kekuningan(berkurang),keadaan siput mati tidak terdapat hydrilla,tidak terjadi fotosintesis,sedikit O2,pada tabung reaksi B2 air bromontimol biru menjadi keruh dan berkurang. Keadaan siput mati dan hydrilla ada yang rontok,tidak terjadi fotosintesis,pada tabung B3 air bromontimol biru berkurang,tidak terjadi fotosintesis. Pada tabung B4 bromontimol biru berwarna biru ,uda,kuning,tidak terdapat siput dan hydrilla tidak terjadi fotosintesis.













5.      PENUTUP

 5.1 Kesimpulan
·         Siklus karbon adalah siklus biogeokimia dimana karbon dipertukarkan antara biosfer, hidrosfer, geosfer, dan atmosfer bumi.
·         Karbon dapat kembali ke bumi dengan cara:
§  Melalui pernapasan (respirasi) oleh hewan dan tumbuhan
§  Melalui pmbusukan binatang oleh bakteri
§  Melalui pembakaran material organik yang mengoksidasi karbon yang terkandung menghasilkan karbondioksida
·         Faktor yang mempengaruhi siklus karbon di perairan adalah:
§  Kadar OH di laut
§  Penguapan air laut
§  Pelapukan batuan
§  Gunung merapi bawah laut
§  Difusi CO2 di udara
§  Pelarutan bahan karbonat
§  Fitoplankton sebagai penyerap karbon
·         Peran karbondioksida di perairan laut antara lain:
§  Pembentukan cangkang pada hewan laut
§  Pengatur PH di laut
§  Mengatur pembentukan cangkang

5.2 Saran
            Sebaiknya pada praktikum ini waktu yang disediakan lebih panjang agar pengamatan dapat dilakukan secara maksimal oleh praktikan.

DAFTAR PUSTAKA

Daniswara.2009.http//daniswara.wordpress.com/laporan-praktikum/produsen dan konsumen perairan. Pada tanggal 14 Oktober 2010.
Pelczar, Michael.1980. Microbiologi.Tokyo:McGraw Hill Company.
Pratama.2009. Siklus Karbon. Diakses pada http://sebuah namauntukcinta.blogspot.com/2009/12/siklus-karbon.html. Pada tanggal 19 Oktober 2010.
Rusaddy.2009. http://myopera.com/rusaddyRI/blog/show/dml. Diakses pada tanggal 14 Oktober 2010.


0 komentar:

Poskan Komentar